Humas • Januari 2024
Tradisi pengajian kitab kuning merupakan ruh utama pendidikan di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-in. Setiap hari para santri mengikuti pengajian kitab fikih, tafsir, hadis, dan akhlak yang diajarkan oleh para ustadz dengan metode bandongan dan sorogan.
Kitab-kitab klasik seperti Fathul Mu’in, Tafsir Jalalain, dan Bulughul Marom dipelajari dengan penuh kesungguhan. Para santri tidak hanya membaca teks, tetapi juga memahami makna dan hikmah yang terkandung di dalamnya.
Pengasuh pondok menegaskan bahwa tradisi kitab kuning adalah warisan ulama salaf yang harus dijaga. Melalui kitab-kitab ini, santri belajar memahami hukum Islam, akhlak, serta kehidupan sosial secara menyeluruh.
Para santri duduk bersila di serambi masjid dengan penuh adab. Mereka mencatat pelajaran, mengulang hafalan, dan berdiskusi dengan teman-teman. Suasana pengajian penuh ketenangan dan keberkahan.
Selain pembelajaran di kelas, diadakan bahtsul masail untuk melatih kemampuan berpikir santri dalam memecahkan masalah hukum Islam yang terjadi di masyarakat.
Dengan menjaga tradisi kitab kuning, Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-in berharap melahirkan generasi ulama yang berilmu luas, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi umat.
Selalu terhubung dengan informasi terbaru mengenai Pondok Pesantren, kegiatan, dan berita penting lainnya.